loading...

MENDIKBUD ROMBAK TOTAL SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL, INI SISTEM BARUNYA

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh

Selamat Pagi

sinarberita.com - Berita terkini seputar perkembangan dunia pendidikan tanah air kembali kami bagikan secara eksklusif kepada seluruh rekan pengunjung khususnya rekan-rekan guru, kepala sekolah dan para pemerhati pendidikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof Muhajir Effendy akan merombak total sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Hal ini dikarenakan, orang nomor satu di lingkungan Kemendikbud tersebut merasakan kondisi dunia pendidikan saat ini sedang berada pada masa yang tidak menentu. Oleh sebab itu perlu solusi yang komprehensif untuk menghadapi kondisi tersebut agar masyarakat mampu mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dan terjangkau.

Hasil gambar untuk muhadjir berpidato
Gambar Ilustrasi

Demikian disampaikan Muhajir saat memberikan sambutan dalam acara pemberian Anugerah Kawastara Pawitra yang digelar Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Kemendikbud di Novotel , Sabtu (15/10/2016).
Baca juga berita lainya :

Penghargaan Kawatara Pawitra ini diberikan kepada 113 kepala daerah yang telah mengimplementasikan Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (PPCKS).

Muhadjir menegaskan, dirinya bakal merombak total sistem pendidikan yang ada dengan sistem baru berbasis karakter.

“Saya minta kepada seluruh elemen yang terlibat agar menyiapkan diri dengan rencana perombakan tersebut. Apa yang saya lakukan ini sebagai bentuk mengejawantahkan visi misi Presiden. Visi dan misi Pak Presiden tersebut telah tertuang dalam Nawacita,” ujar Muhajir.

Muhajir mengemukakan untuk perombakan mendasar akan dilakukan pada tingkat SD. Muhajir menyebut akan mengurangi jumlah mata pelajaran bagi siswa SD. Tak hanya itu, pihak sekolah juga tidak diperkenankan untuk memberikan pekerjaan rumah(PR) ketika siswa pulang sekolah. Kebijakan tersebut dimaksudkan agar siswa lebih banyak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Lalu untuk pendidikan karakter, tidak dapat dilakukan jika mayoritas waktu anak dihabiskan di sekolah. Muhajir mengingatkan bahwa pendidikan karakter tidak dapat diseragamkam sebagaimana pembelajaran ilmu pengetahuan. Setiap individu memiliki karakter yang berbeda serta minat yang beragam.

Selain perombakan terhadap kurikulum pembelajaran, Mendikbud juga akan merubah sumber daya manusia(SDM) yang ada di dalamnya meliputi kepala sekolah, guru dan komite sekolah.

Kepala sekolah nantinya akan diposisikan sebagai manager yang tidak memiliki tugas tambahan sebagai guru pengajar. Ia memiliki kewajiban untuk mengatur sekaligus mengawasi kinerja seluruh kegiatan di sekolah. Selain itu kepala sekolah juga diperkenankan untuk menarik sumbangan dari orangtua siswa yang mampu. Kalau Cuma mengandalkan dana BOS saya yakin tidak cukup. Maka perlu memakai skema partisipasi masyarakat secara langsung. Yang kaya menyumbang lebih banyak. Yang tidak mampu tidak hanya gratis, tetapi juga diberi pendampingan.

Download Aplikasi SUMBER INFORMASI PGRI di HP Android Anda Untuk Dapatkan Berita Terbaru Seputar Pendidikan dan Profesi Keguruan Setiap Hari, Silakan Instal Aplikasinya https://play.google.com/store/apps/SumberInformasiPgri


“Saat ini kepala sekolah masih memiliki beban mengajar. Padahal dia kadang harus rapat keluar, ngurus ini itu. Kalau ditinggal seperti itu maka murid yang dirugikan. Untuk itu, kepala sekolah diwacanakan tidak mendapatkan tugas mengajar,” imbuhnya.
(Sumber : joglosemar.co)

Demikian berita seputar pendidikan yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.
Untuk info terbaru lainya silakan kunjungi laman DISINI

5 Responses to "MENDIKBUD ROMBAK TOTAL SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL, INI SISTEM BARUNYA"

  1. sistim yang ada dipusat bagus namun berbeda dengan di kabupaten/daerah.
    naikkan tunjangan frofesi,biar guru honor yg jalankan. maaf... asikkkk, tinggal guru sertifikasi cukup memberi 1jt pertriwulan bg honorer itu lumayan. asik duduk dikursi, jalankan bisnis itulah tradisi indonesia.

    BalasHapus
  2. Gagasan bagus..segera lakukan jgn cuma angan-angan.semoga bisa merubah pendidikan kearah yg lebih baik..hanya saja perlu kajian dan riset jgn hanya jd kelinci percobaan..saya ssngat berharap ini demi bangsa bukan kepentingan pribadi atau politik..

    BalasHapus
  3. Suatu wacana yg bagus pa, segera disosialisasikan pak, jangan lg ada seperti kesan dunia pendidikan kita ini kebijaksanaannya seperti pesugihan kandang Bubrah yang selalu bongkar pasang ,ganti aturan dan tidak ada ujung pangkalnya , kasian yang dilapangan yg melaksanakan kebijaksanaan.

    BalasHapus
  4. Semoga wacana ini bisa segera terealisasi ,, sudah waktunya anak fidik kita semua mendapatkan haknya untuk dididik secara benar apalagi dlm hal karakter mereka yg mulai memprihatinkan ,, guru seolah mengajar di kelas hanya karena kewajibannya setelah menerima gaji n tunjangan ,, sedangkan murid ke sekolah hanya karena merasa rutinitas dipagi hari dgn tanpa harapan untuk mrndapat ilmu yg baik serta hanya menunggu kapan jam sekolah menandakan waktunya untuk pulang.

    BalasHapus
  5. Sebaiknya dilakukan sharing aspirasi dari bawah dulu seperti misal RPMJDesa istilah usulan pembangunan pemda. Coba tampung aspirasi dari para pemangku pendidikan se-indonesia. Setelah itu br dicari permasalahan apa. Jngn asal rombak. Sebaiknya yg prioritas guru sokwan daerah sulit pak menteri.. gaji hanya 300 rb perbulan..

    BalasHapus